Minggu, 28 Maret 2010

CARA MENAHAN AMARAH

Dengan tulisan ini saya kembali menulis tentang amarah, karena saya sering melihat orang-orang saat ini sering kali gampang terpancing oleh emosi karena hal-hal yang kecil. 
Tetapi saat ini saya coba membahas bagaimana cara menahan amarah menurut ajaran Islam. Saya sempat membaca beberapa hadist menahan amarah, rasulullah berwasiat "jangan menjadi pemarah" .
Dalam hal tersebut mengandung kemungkinan arti melakukan menahan dengan sekuat tenaga menyebabkan terjadi kemarahan, sehingga kita terhindar dari efek-efek negatif dari marah dan sifat mudah marah.
Dalam hal lain, Rasulullah memberikan nasihat tentang cara-cara menghilangkan dan cara menghindarkan efek yang tidak diinginkan dari marah dengan beberapa cara sebagai berikut.

Pertama ketika kita marah kita dianjurkan membcaa ta'awuz. Al imam AL Bukhari dan Al imam Muslim rahimakumullah meriwayatkan hadist dari sulaiman bin surod Radliyallahu'anhu : " Ada dua orang tercela di sisi nabi dan kamu sedang duduk di samping beliau. Salah satu dari keduanya mencela lawannya dengan penuh kemarahan sampai memerah wajahnya. Maka nabi bersabda " Sesungguhnya aku akan ajarkan suatu kalimat yang kalau diucapkan akan menghilang apa yang ada padanya, yaitu dia mengucapkan `Audzubillahi minasy Sayithani rajim` maka mereka berkata kepada yang marah tadi.
Cara kedua yang diajarkan oleh nabi, apabila dengan Ta'awudz kemarahan belum hilang maka kita disyariatkan dengan duduk, tidak boleh berdiri.

Al Imam, Ahmad dan Abu Dawud meriwayatkan hadist dari Abu Dzar bahwa nabi bersabda "Apabila salah seorang diantara kalian marah dalam keadaan berdiri duduklah, jika belum hilang maka berbaringlah" hal ini mungkin menurut pandangan saya, jika kita dalam posisi berdiri kemungkinan melakukan hal negative lebih besar, dan penguasaan diri jika kita berdiri. Maka akan lebih baik jika mengikuti nasihat nabi untuk duduk ataupun berbaring jika kita dalam keadaan marah. Insya Allah akan dapat menghilangkan amarah kita.
Ketiga, ketika kita marah kita diminta untuk diam tidak berbiara ketika marah merupakan obat yang mujarab untuk mengjilangkan penyakit kemarahan, karena banyak bicara dalam keaadn marah tidak bisa terkontrol sehingga terjatuh pada pembicaran yang kurang baik atau pun tercela, dalam hadist disebutkan "Apabila diantara kalian marah ma adiamlah" Nabi mengucapan tiga kali (HR Ahmad)

Cara keempat adalah dengan cara berwudhu ataupun mandi, sesungguhnya marah itu adalah dari setan, dan setan itu tercipta dari api mka api bisa diredam dengan air, demikian juga sifat marah bisa diredam dengan berwudhu. Rasulullah bersabda " sesungguhnya marah itu dari syaithan itu diciptakan dari api, dan api itu diredam dengan air maka diantara kalian marah berwudlu-lah (HR Ahmad)
Jadi sekali lagi saya hanya mencoba mengingatkan sahabat-sahabatku sekalian bahwa amarah tidak lah mempunyai bermanfaat, apalagi bila kita sampai tidak bisa mengontrol diri, yang kemungkinan hal terburuklah yang akan terjadi dan akan berujung dengan penyesalan. Dengan ini saya mengajak sahabat-sahabat untuk dapaat lebih sabar dan tidak mudah marah.


Dalam segi medis juga marah kurang bermanfaat, dan akan banyak menyebabkan penyakit, mungkin serangan jantung, hipertensi, stroke, dan penyakit lainya. Mari kita ciptakan lingkungan yang bersahabat, damai, penuh cinta dan kasih. Dengan demikian kehidupan kita akan menjadi lebih baik. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk sahabat-sahabat semua dan untuk diri saya sendiri yang terkadang masih tidak bisa menahan rasa amarah yang ada.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar